Polisi Kantongi Identitas Pria Pertama yang Pukul Ade Armando

oleh -51 Dilihat
pria

 

Penampakan wajah pria pertama yang melakukan pemukulan terhadap Ade Armando di tengah demo 11 April di depan DPR RI terekam jelas. Polisi telah kantongi identitas pria tersebut.
Pria pertama yang pukul Ade Armando berhasil ditangkap Polisi. (Foto: DMC)

Identitas pria pertama yang memukul Ade Armando itu beredar di media sosial. Sementara itu polisi mengatakan telah mengidentifikasi para terduga pelaku.

Saat dikonfirmasikan kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, menyebutkan “Itu orang-orang yang sudah kita identifikasi sebagai pelaku pemukulan,” ujarnya, Senin (11/4/2022).

Selanjutnya, ada empat foto disertai identitas nama-nama terduga pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando. Keempat mereka itu ialah Dhia Ul Haq, Ade Purnama, Try Setya Budi Purwanto, dan Abdul Latip.

Polisi juga menyebutkan sedang memburu keempat para terduga pelaku itu. Namun, polisi belum menjelaskan apakah keempatnya sudah ditangkap atau belum.

Diketahui bahwa sebelumnya, polisi telah menangkap sejumlah orang terkait pemukulan Ade Armando. Polisi kemudian memeriksa orang-orang yang diamankan tersebut.

“Iya ada sejumlah orang yang kita amankan, tapi masih kita pilah-pilah dahulu,” kata Zulpan.

Sementara Zulpan belum bisa merinci berapa banyak peserta demo yang ditangkap polisi. Namun, ia mengatakan, tidak semuanya yang ditangkap adalah pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Pelaku Bukan Massa Mahasiswa

Disisi lain Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan terduga pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando bukan mahasiswa, namun identitasnya sudah diketahui. Dia menegaskan polisi akan memburu para pelaku pengeroyokan.

Selanjutnya Fadil Imran menyebut di depan gedung parlemen, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta”Namun, setelah diterima dan mahasiswa kembali, ada sekelompok massa yang kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada saudara Ade Armando,” ujarnya, Senin (11/4).

Menurut pengakuan Fadil pengeroyokan terjadi setelah mahasiswa selesai menyampaikan aspirasi ke pihak DPR. Pada momen massa berkumpul itu, Ade Armando mengalami tindak kekerasan.

Dalam peristiwa itu, “Yang bersangkutan dipukul, diinjak, terluka di kepala, sehingga kami melakukan tindakan-tindakan terukur untuk menyelamatkan nyawa yang bersangkutan,” kata Fadil Imran.

Selanjutnya Fadil pun menyebut bahwa pelaku pengeroyokan sebagai ‘massa non-mahasiswa’. Mereka disebut bertambah beringas saat polisi berusaha mengevakuasi Ade Armando. Enam polisi terluka.

Dikatakan Fadil, bahwa “Pada saat terjadi perlawanan oleh kelompok massa non-mahasiswa tersebut, saya bersama Pangdam Jaya dan pasukan dari Polda dan Polda Metro Jaya turun langsung untuk memulihkan situasi,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.